Teaching Writing for Elementary School
Membaca adalah proses kognitif kompleks dari decoding karakter yang bertujuan untuk memahami teks. Menurut pendapat Profesor E. I. Passov: "Untuk dapat membaca adalah, pertama-tama, menguasai teknik membaca, yaitu untuk langsung mengenali gambar visual dari unit bicara dan menyuarakannya secara internal atau ucapan eksternal." Salah satu Contoh metode yang dapat dilakuakan dalam mengajar menulis dalalm bahaasa inggris yaitu : mengisi teka teki silang, membaca teks bergambar, menguraikan kriptografi, mencocokkan gambar, permainan tim dll.
Teknik Mengajarkan Membaca pada Pembelajar Dasar
Membaca adalah kegiatan yang dilakukan untuk menangkap
ide atau informasi dari teks tertulis. Menurut Johnson, membaca adalah praktik
menggunakan teks untuk menciptakan makna. Dua kata kuncinya adalah menciptakan
dan memaknai. Jika tidak ada makna yang diciptakan, tidak ada pembacaan
terjadi. Dalam hal ini, membaca menjadi keterampilan penting yang harus
dikuasai oleh siswa sejak mereka masih muda. Mengajar dan belajar membaca
tidaklah mudah. Namun, mengajar dan belajar membaca juga tidak sulit. Membaca
membutuhkan instruksi khusus dan upaya sadar, guru perlu menggunakan strategi
pembelajaran yang tepat agar siswa terlibat dan termotivasi dalam proses
belajar mengajar. Adapun Fase-fase pembelajar dasar dalam mempelajari
keterampilan membaca :
· Tahap
pra-membaca, guru membantu pesrta didik pengetahuan dan skema kognitif agar peserta
didik siap membaca.
·
Tahap
membaca sementara, pembaca tahu bahwa mereka memiliki alasan untuk membaca.
·
Tahap
pasca membaca, menceritakan kembali makna teks dan melakukan kegiatan yang
berhubungan dengan teks yang telah dibaca.
Dalam mengajar pelajar dasar seorang guru memiliki banyak
pilihan ketika memilih strategi untuk mengajar. Bagaimana membuat kondisi kelas
secara efektif dan membantu meningkatkan keterampilan siswa Dengan mengetahui
strategi pengajaran di kelas, para guru dapat mengetahui bagaimana memperlakukan
dan mengajar siswa bahasa Inggris di kelas dengan sukses. Itu juga dapat
menuntun para guru untuk memilih materi yang sesuai dengan cara siswa
memperoleh pelajaran.
Strategi Pendekatan Pengalaman Bahasa
Language Experience Approach (LEA) adalah metode
pengajaran bahasa yang dikembangkan oleh Allan pada tahun 1963. LEA adalah
teknik pembelajaran bahasa yang sukses karena menggabungkan dan
mengintegrasikan empat keterampilan yang membentuk pembelajaran bahasa.
Terdapat lima siklus dalam melakukan LEA di kelas:
1. 1. Mempersiapkan dikte : Guru harus menyediakan topik yang akrab dan penting untuk materi dan meminta siswa untuk berbagi cerita
2. 2. Mengambil dikte : Guru meminta beberapa siswa untuk maju dan berbagi pengalaman mereka.
3. 3. Membaca Ceritaya : Guru meminta siswa untuk membacakan cerita bersama-sama dengan lantang
4. 4. Melakukan Kegiatan Tindak Lanjut : Menggunakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan topik
5. 5. Mengembangkan Keterampilan Dasar : Guru dapat mengembangkan materi berdasarkan kebutuhan siswa.
Sebagai seorang guru, kita mungkin memiliki siswa usia dasar untuk belajar bahasa asing lebih banyak melalui kegiatan yang menarik dan menyenangkan. Ini menyiratkan bahwa siswa di berbagai tingkatan memerlukan berbagai strategi pembelajaran. Anak-anak masih membutuhkan bantuan dan arahan dari orang dewasa untuk memahami dunia di sekitar mereka. Oleh karena itu, guru harus mempertimbangkan kegiatan kelas dari perspektif mereka untuk menentukan apakah siswa akan memahami apa yang harus dilakukan atau mampu memahami bahasa baru.
Komentar
Posting Komentar