TEACHING CRITICAL LISTENING TO YOUNG LEARNERS IN INDONESIAN EFL CONTEXT
- PERKENALAN
Pengajaran bahasa Inggris di Indonesia mencakup empat keterampilan—mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis, serta dua komponen bahasa—kosa kata dan tata bahasa. Mendengarkan adalah salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang mempunyai peran penting dalam pengajaran bahasa Inggris di negara kita.
Menurut Howat dan Dakin (1974), mendengarkan adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami apa yang dikatakan orang lain. Hal ini melibatkan pemahaman aksen atau pengucapan pembicara, tata bahasa, kosa kata, dan pemahaman maknanya.
- Metode
-Subjek penelitian
Siswa SD yang mengikuti kursus bahasa inggris di Bandung. 7 siswa yaitu 4 perempuan dan 3 laki-laki, usia berkisar,9-12 tahun. Pengetahuan bahasa inggris masih rata-rata. Saya mengharapkan terciptanya ruang kelas yang komunikatif dalam proses belajar
mengajar. Metode yang digunakan :
1. Kegiatan di kelas
2. Observasi
3. Wawancara
-Prosedur
Sebelum cerita : Guru berlatih membacakan cerita, belajar suara berbeda yang dapat digunakan untuk setiap karakter, berlatih intonasinya,
Selama cerita : Guru membacakan cerita kepada mereka dengan cara yang menyenangkan, menggunakan suara yang berbeda dan menunjukkan bahwa guru menikmatinya
Setelah cerita : Guru segera meninjau kembali apa yang terjadi dalam cerita itu. Kemudian guru mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang hal-hal yang terjadi dalam cerita tersebut untuk menguji pemahaman mereka.
-Pengamatan
Proses observasi dilakukan sebelum saya memulai penelitian. Saya mengamati bagaimana guru mengajar siswa, fasilitas yang menunjang siswa dalam belajar bahasa inggris, respon siswa terhadap metode pengajaran yang disampaikan guru.
-Wawancara
Siswa juga akan diwawancarai tentang apa yang mereka rasakan dalam melakukan aktivitas, karena ini mungkin merupakan pengalaman pertama mereka mempelajari EFL. Apakah mereka merasa lebih nyaman belajar mendengarkan melalui cerita dibandingkan hanya mendengarkan tape recorder lalu menjawab pertanyaan? Situasi manakah yang lebih mudah difasilitasi melalui cerita atau kaset? Dan strategi yang mereka gunakan untuk menerapkan mendengarkan kritis ke dalam keterampilan berbahasa lainnya adalah berbicara, membaca, dan menulis.
- Findings and discussions
- lingkungan kelas yang kondusif
- interaksi antara guru dan siwa
- sejak awal pembahasan bahasa, kelas harus interaktif
- strategi siswa dalam belajar mendengarkan
- kesimpulan
Komentar
Posting Komentar