Strategi Mengatur Siswa! Manajemen Kelas Untuk Mengajar Young Learners.

 

Halo Fellas! Sebagai pengajar pembelajar dasar tentunya kita sering dihadapkan dengan kelakuan siswa yang tidak bisa diatur, fokus mudah terpecah, pertengkaran dengan sesama siswa atau banyak kejadian lain yang terkadang diluar nalar! Tentu ini membuat para guru pusing tujuh keliling, tapi tenang saja! Ada lho cara jitu mengatur siswa! Gimana tuh? Yuk simak penjelasannya di artikel ini!

            Sebagai guru, kita perlu mengetahui apa itu manajemen kelas untuk mengatur siswa kita agar pembelajaran berlangsung dengan baik. Manajemen kelas menurut Richards (1990) mengacu pada cara-cara di mana perilaku serta interaksi siswa dikendalikan guru selama proses pembelajaran berlangsung agar siswa menjadi pribadi yang lebih disiplin. Ada 11 hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas

1. Peraturan kelas

            Pada awal tahun ajaran baru, penting untuk menetapkan peraturan kelas, diskusikan dengan siswa apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta apa konsekuensi yang akan didapatkan ketika melanggar peraturan yang ada Ini akan perlahan membentuk kedisiplinan siswa

2. Tempat duduk siswa

            Tempat duduk siswa juga merupakan elemen penting dalam proses pembelajaran, pola tempat duduk sangat berpengaruh terhadap koherensi kelompok dan kepuasan siswa selama proses pembelajaran. Dalam penentuan pola tempat duduk terdapat 3 prinsip yang berpengaruh pada keberhasilan pembelajaran.

a.       Maksimalkan kontak mata

b.      Patikan siswa duduk pada jarak yang nyaman satu sama lain.

c.       Pikirkan juga tentang pengaturan pergantian dan perubahan kelompok.

3. Nama siswa

            Untuk memudahkan dalam identifikasi siswa, cobalah buat dua set label nama tiap siswa, satu untuk ditempel pada meja anak dan satu lagi untuk dikalungkan pada leher atau ditempel pada baju anak.

4. Cara guru berbicara dan menarik perhatian siswa

            Jangan berbicara saat anak belum mendengarkan dan masih sibuk, tunggu sejenak agar mereka tenang dan tarik perhatian, ada beberapa cara untuk menarik perhatian anak, diantaranya adalah:

a.       Mematikan lampu

b.      Tepuk tangan dengan pola tertentu

c.  Membuat suatu kata kunci, seperti “diam!” maka semua akan berhenti di tempat seperti patung Kemudian ucapkan “bergerak!” ketika menghendaki mereka untuk bergerak kembali.

d.   Menghitung kemudian berilah instruksi, dan ketika mereka melakukan dengan benar, maka pujilah! Contoh: “Satu, dua, tiga, tatap saya!"

  1. Bangun kebiasaan mendengarkan yang baik pada waktu bercerita. Terkadang membaca dan mendengarkan, terkadang  membaca dan berdiskusi, tapi mendengarkan dilakukan setiap waktu.

5. Memberikan instruksi

      Berikanlah instruksi yang tepat dan ringkas, serta mudah dimengerti oleh siswa sekolah dasar. Berikan apresiasi kepada kepemimpinan siswa, seperti “Oh, aku suka cara Antonio siap!” ini akan menarik perhatian siswa untuk melihat dan meniru. Jangan pernah pilih kasih kepada siswa, gunakan standar yang sama tanpa membeda-bedakan.

6. Kerja berpasangan dan kerja kelompok

Salah satu cara yang berhasil, jika guru cukup pandai dan terampil, untuk memotivasi siswanya agar berpartisipasi dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan “ kerja berpasangan ” atau “ kerja kelompok ” dengan tepat.

Bahasa paling baik dipelajari melalui kolaborasi dan komunikasi yang erat di antara siswa. Jenis kolaborasi ini menghasilkan manfaat bagi semua atau kedua peserta didik. Faktanya, pelajar dapat saling membantu ketika mengerjakan berbagai jenis tugas seperti menulis dialog, wawancara, menggambar dan memberi komentar tentangnya, bermain peran, dll…

7. Menetapkan batas waktu

a.      Penting bagi guru untuk menetapkan waktu pada setiap kegiatan ketika merencanakan pelajaran sehingga guru dapat  mengetahui apakah tujuan dapat tercapai atau tidak.

b.      Beri tahu siswa tentang batasan waktu yang diberikan untuk setiap kegiatan dan tugas yang diberikan, ini akan membentuk skap disiplin siswa.

c.       Berilah pemahaman kepada siswa pentingnya waktu, sehingga siswa dapat menghargai waktu.

8. Permainan peran

Ini adalah teknik untuk memvariasikan kecepatan pelajaran dan menanggapi gagasan mendasar tentang variasi dalam pengajaran. Guru disarankan untuk menggunakan kegiatan bermain peran untuk memotivasi siswanya dan membantu siswa yang kurang termotivasi untuk mengambil bagian dalam pelajaran. Selain itu, tugas-tugas tertentu yang ada di buku siswa dilanjutkan dengan kegiatan bermain peran yang mana menjadi suatu keharusan untuk menjalani kegiatan tersebut. Contoh bagusnya dapat kita nyatakan: permainan sembunyikan (barang) dan tebak-tebakan, mendramatisasi wawancara pelanggan dan asisten toko, percakapan dokter dan pasien, dll…

9. Tugas untuk siswa yang menyelesaikan tugas lebih awal

Hal ini terutama terjadi ketika siswa menyelesaikan suatu tugas sementara siswa lain masih mengerjakannya. Itu sebabnya Anda perlu menyertakan aktivitas “penyelesai awal” di setiap tugas. Pikirkan terlebih dahulu kegiatan-kegiatan yang mungkin dilakukan, pilihan-pilihan termasuk kegiatan penyuluhan yang berkaitan dengan topik terkini, menulis jurnal, membaca senyap, dan permainan edukatif

10. Umpan balik seluruh kelas

       Terkadang guru memberikan pertanyaan secara menyeluruh kepada siswa dikelas, dan umumnya hanya siswa yang memiliki  keberanian dan kepercayaan diri yang tinggi yang akan menjawab pertanyaan, dan ketika kita memberikan pertanyaan secara individu kebanyakan jawaban mereka tidak benar atau bahkan tidak memiiki jawaban, maka untuk menghindari kejadian ini sebaiknya feedback diberikan secara individu secara tertulis.

11. Menggunakan papan tulis

       Pastikan siswa dapat melihat papan tulis dengan jelas agar pelajaran dapat ditangkap dengan maksimal. Papan tulis dapat membantu dalam memberikan panduan apa yang akan dicapai, tujuan, dan dasar struktur pembelajaran.

 

Nah selesai sudah pembahasan mengenai strategi manajemen kelas, semoga bermanfaat!

Sekian dan sampai jumpa!

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips and Tricks! 4 Media Pembelajaran Menarik Untuk Mengajar Bahasa Inggris Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar