Metode dan Strategi Mengajar Membaca Pelajar Dasar

Membaca adalah proses kognitif kompleks dari decoding karakter yang bertujuan untuk memahami teks. Melalui membaca dalam bahasa Inggris, siswa mengembangkan minat dalam belajar bahasa Inggris dan kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan. Membaca adalah sarana pengajaran jenis aktivitas bicara lainnya. Kemampuan membaca didasarkan pada keterampilan tertentu yang harus dibentuk oleh guru dalam proses bekerja di kelas dan di rumah.

Menurut Profesor E. I. Passov. "Untuk dapat membaca adalah, pertama-tama, menguasai teknik membaca, yaitu, untuk langsung mengenali gambar visual dari unit bicara dan menyuarakannya secara internal atau ucapan eksternal.

Passov mengidentifikasi beberapa metode untuk mengajar teknik membaca pada tahap perkembangan pengajaran bahasa asing saat ini: abjad (mempelajari nama-nama huruf, dan kemudian kombinasi dua atau tiga huruf), suara (mempelajari suara dengan kombinasi selanjutnya menjadi kata-kata), suku kata (mempelajari kombinasi suku kata ), metode seluruh kata (menghafal seluruh kata, kadang-kadang frasa dan bahkan kalimat - metode langsung),  Metode analitik suara-sintetis, metode fonemik-grafis.

Penggunaan bahan visual yang berwarna-warni, penjelasan melalui gambar yang jelas, perubahan yang sering terjadi dalam jenis pekerjaan dan pengulangan berulang berkontribusi pada pembentukan keterampilan membaca.

Siswa sekolah dasar adalah pembelajar muda yang memiliki karakteristik berbeda dengan pembelajar dewasa. Pelajar muda sangat menyenangkan dalam memainkan game mereka. Mereka memiliki banyak imajinasi dan fantasi. Oleh karena itu, seorang guru haris memperhatikan strategi yang akan digunakan dalam mengajar.

Beberapa strategi yang dapat digunakan oleh guru bahasa Inggris dalam mengajar membaca untuk pelajar muda sebagai berikut:

1. Literasi yang Muncul

"Literasi yang muncul" menggambarkan fenomena di mana anak-anak tampaknya belajar membaca tanpa pengajaran apa pun, secara bertahap, dan melalui paparan teks dan membaca.

2. Strategi Mnemonik
Mnemonik adalah strategi dalam menghafal dan mengasimilasi informasi (Joyce, et.al. dalam Putri, 2020) Guru dapat menggunakan mnemonik untuk memandu presentasi mereka tentang penyampaian materi sehingga siswa dapat dengan mudah menyerap informasi dari presentasi tersebut.
3. Strategi Baca dengan Lantang
Membaca dengan keras adalah metode sistematis membaca buku dengan keras. Membaca dengan keras adalah praktik instruksional di mana guru, orang tua, dan pengasuh membacakan teks dengan keras kepada anak-anak. Pembaca menggabungkan variasi dalam nada, nada, kecepatan, volume, jeda, kontak mata, pertanyaan, dan komentar untuk menghasilkan penyampaian yang lancar dan menyenangkan. Seiring dengan mengajar kosa kata, guru juga memberikan contoh teknik pemahaman. Membaca dengan suara keras adalah cara ampuh untuk melibatkan anak-anak dalam proses literasi.
4. Strategi Decoding
Decoding telah didefinisikan sebagai "tindakan menguraikan kata baru dengan membunyikannya itout" (Moats, 2000). Dengan kata lain, ini adalah proses memahami huruf dan kata-kata yang mereka bentuk. Untuk mengucapkan dan mengenali sebuah kata, pembaca baru harus terlebih dahulu dapat mengidentifikasi setiap huruf dan suara yang dihasilkannya. Decoding membutuhkan waktu pada awalnya, tetapi ketika anak-anak mengembangkan keterampilan mereka, itu menjadi naluriah, menghasilkan kelancaran dalam membaca.
5. Pendekatan Pengalaman Bahasa
Language Experience Approach (LEA) adalah metode pengajaran bahasa yang dikembangkan oleh Allan pada tahun 1963. Pendekatan ini menggunakan pengetahuan dan pengalaman peserta didik sebagai bahan bacaan. Menurut Stauffer (1970), LEA adalah teknik pembelajaran bahasa yang sukses karena menggabungkan dan mengintegrasikan empat keterampilan yang membentuk pembelajaran bahasa.

Kelima strategi di atas dipilih untuk menjadi aplikatif di kelas EFL.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips and Tricks! 4 Media Pembelajaran Menarik Untuk Mengajar Bahasa Inggris Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar