Mengajarkan Keterampilan Mendengarkan Kepada Pembelajar Dasar (Siswa SD/MI) Melalui Lagu “Listen and Do”
Saat belajar bahasa Inggris,
latihan mendengarkan merupakan salah satu hal terpenting yang perlu dikuasai
oleh siswa. Karena mendengarkan merupakan bagian dari empat keterampilan
pengajaran bahasa Inggris di Indonesia. Empat keterampilan tersebut yaitu:
mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Mendengarkan adalah penggunaan
bahasa yang reseptif, dan tujuannya adalah untuk memahami pembicaraan. Bagi
pelajar, mendengarkan adalah bagaimana bahasa lisan menjadi masukan (hal ini
merupakan tahap pertama dalam mempelajari bahasa baru). Di dalam kelas, dalam
pembelajaran mendengarkan (listening) adalah siswa mendengarkan guru,
CD, atau siswa yang lainnya.
Ada dua pandangan yang menyatakan
bahwa pendengar mempunyai peran yang sangat berbeda. Pada pandangan pertama,
pendengar memainkan peran pasif dan hanya mengenali serta memecahkan kode
suara. Sedangkan pada pandangan kedua, pendengar memainkan peran aktif dan
merasakan suara dengan mengakses aturan artikulasi internal untuk memecahkan
kode ucapan. Mendengarkan (listening) sangatlah penting di lingkungan sekolah
dasar, karena menyediakan sumber data bahasa yang kaya dimana anak-anak mulai
membangun ide-ide mereka sendiri tentang bagaimana cara berbicara. Oleh karena
itu, guru harus menjadikan pengembangan keterampilan mendengarkan anak-anak
sebagai tujuan utama pengajaran dan membekali siswa dengan strategi terbaik
untuk mendengarkan secara efektif.
Lagu dan pembelajar dasar
Ciri-ciri lagu yang paling
menonjol dalam memperkuat pemerolehan bahasa mencakup sifatnya yang berirama
dan berulang-ulang serta kegembiraan yang dibawa oleh hubungan anatara melodi
dan konten dalam aktivitas pembelajaran.
Lagu adalah kunci latihan utama
Kebanyakan guru sekolah dasar
umumnya menggunakan lagu sebagai teknik pengajaran. Penggunaan lagu dan sajak
juga penting bagi pembelajar dasar pada pembelajaran bahasa asing. Guru dapat
memberikan kontribusi penting terhadap pendidikan bahasa awal anak-anak dengan
memperkenalkan rekaman lagu di kelas.
Lagu menciptakan etos kelas yang
aman dan alami
Ketertarikan sebagian besar guru
dan siswa dengan musik menjadikan lagu sebagai alat penting untuk menciptakan
etos kelas yang aman dan alami serta untuk mengatasi perasaan malu dan
ragu-ragu pada siswa. Misalnya pada lagu “Listen and Do” yang mendukung
ketertarikan tersebut karena siswa dan guru terlibat secara fisik dalam
melakukan tindakan yang sama.
Lagu memberikan kesempatan untuk
pengulangan dan latihan
Lagu memberikan peluang bagus
untuk pengulangan dan latihan yang mungkin membosankan. Pengulangan ini, paling
sering disertai dengan tindakan fisik, membantu pembelajaran dan pada gilirannya
menyebabkan keakraban sehingga anak merasa nyaman dengan bahasa asing. Selain
itu, dengan menyanyikan lagu siswa secara bertahap menginternalisasikan
struktur dan pola bahasa asing serta item bahasa tertentu yang diinginkan guru
untuk siswa pelajari.
Lagu memberikan peluang untuk
penggunaan bahasa yang sebenarnya
Lagu memberikan kesempatan untuk
penggunaan bahasa yang nyata dalam situasi yang menyenangkan. Ada tiga alasan
dari penelitian tentang mengapa lagu berharga di kelas ESL/EFL:
- Alasan afektif: sikap dan lingkungan yang positif
meningkatkan pembelajaran bahasa.
- Alasan kognitif: lagu berkontribusi terhadap
kelancaran dan penggunaan otomatis struktur bahasa yang bermakna.
- Alasan linguistik: selain membangun kefasihan, lagu
memberikan paparan terhadap beragam bahasa.
Cara mengajarkan lagu
Jika lagu digunakan secara tidak
efektif, maka lagu tersebut dapat dengan mudah menjadi sekedar hiburan dan
gangguan menyenangkan, dalam jangka panjang menyebabkan kebosanan dan kurangnya
minat. Harus ada alasan yang jelas dalam pikiran guru bahasa mengenai mengapa
dan bagaimana menggunakan sebuah lagu. Guru harus berhati-hati dalam memilih
lagu, misalnya:
- Berisi lirik yang sederhana dan mudah dipahami
- Menghubungkan dengan topik atau kosa kata yang
sedanng dipelajari di kelas
- Berisi baris yang berulang
- Memungkinkan anak-anak melakukan tindakan dengan
mudah (untuk membantu menekankan makna)
Rencana pelajaran untuk lagu “Listen
and Do”
1.
Kegiatan pra-mengajar
- Membuat siswa tertarik dengan topi lagu
- Tulis kata sulit
- Menjelaskan judul lagu dengan tindakan dan visual
- Menjelaskan kata sulit dengan tindakan dan visual
2.
Kegiatan sambil mengajar
- Mendengarkan yang pertama, bertujuan untuk
memberikan siswa gambaran tentang seperti apa materi yang didengarkan
- Mendengarkan yang kedua, siswa tidak hanya sekedar
mendengarkan lagu, namun juga dibimbing untuk menyanyi dan melakukan tindakan
yang telah diajarkan oleh guru
- Mendengarkan yang ketiga, siswa diminta menyanyikan
lagu dengan CD atau guru baris demi baris
- Mendengarkan yang keempat, siswa diminta untuk
menyanyikan seluruh lagu bersama dengan CD. Selain itu, siswa juga diminta
untuk melakukan tindakan
3.
Kegiatan pasca-mengajar
- Fokus pada keterampilan sastra pada tahap pasca
mengajar
- Kegiatan tindak lanjut
Komentar
Posting Komentar