Mengajar Mendengarkan Kritis Kepada Pelajar Dasar Dal Konteks EFL Indonesia
Beberapa keterampilan pengajaran bahasa inggris di Indonesia seperti Mendengarkan (listening), Membaca (reading), Berbicara (speaking), Menulis (writing), serta 2 komponen bahasa yakni kosa kata dan tata bahasa. Ada 2 jenis latihan mendengarkan yang pertama yakni latihan mendengarkan pra-komunikatif, kedua latihan mendengarkan komunikatif sebenarnya beberapa guru berpendapat bahwa mendengarkan adalah keterampilan yang paling mudah untuk diajarkan, sedangkan sebagian besar siswa menganggap mendengarkan adalah keterampilan yang paling sulit untuk ditingkatkan. Pemikirannya didasarkan pada asumsi-asumsi seperti
(1) kemampuan anak dalam menangkap makna
(2) penggunaan sumber daya bahasa yang terbatas secara kreatif oleh anak-anak
(3) kapasitas anak untuk pembelajaran tidak langsung
(4) naluri anak-anak untuk bersenang-senang dan bermain
(5) peran dari imajinasi.
Metode subyek beberapa alasan untuk memilih mata pelajaran khusus (bahasa inggris) yang pertama sebelumnya pengetahuan bahasa inggris masih rata-rata (kemampuan mereka tidak terlalu fasih tetapi mereka sudah belajar dan mengenal bahasa inggris di sekolahnya), yang kedua karena mengaharapkan terciptanya ruang kelas yang komunikatif dalam proses belajar mengajar. Temuan dan pembahasan (a.) Lingkungan yang kondusif, bagaimanakah ruang kelas yang ideal dan kondusif bagi pembelajar dasar? Yang pertama ruang kelas harus cerah dan berwarna-warni, dengan jendela yang dapat dilihat anak-anak, dan dengan ruang yang cukup untuk berbagi kegiatan berlangsung (b.) Interaksi antara guru dan siswa, sijak awal pembelajaran bahasa, kelas harus interaktif dikutip Brown (2001) menyatakan sebagai berikut: berikut:Melalui interaksi, siswa dapat meningkatkan simpanan bahasanya ketika mereka mendengarkan atau membaca materi linguistik otentik, atau bahkan keluaran dari sesama siswa dalam diskusi, sandiwara, tugas pemecahan masalah bersama, atau jurnal dialog. Dalam interaksi, siswa dapat menggunakan semua bahasa yang mereka miliki—semua yang telah mereka pelajari atau serap dalam kehidupan nyata.
Kesimpulan yang
dapat diambil yakni bahwa setiap aktivitas mendengarkan melalui cerita itu
dapat meningkatkan kemampuan dan membantu siswa dalam belajar bahasa inggris.
Siswa juga dapat menerapkan 4 karakter keterampilan yaitu membaca, emnulis,
mendengarkan, dan berbicaraterhadap apa yang mereka telah dengarkan. Selain
itu, penting juga bagi guru untuk menyediakan banyak buku cerita, lagu, dan
permainan untuk siswa agar memudahkan siswa dalam belajar bahasa inggris dan
bisa meningkatkan kesuksesan pembelajaran EFL di Indonesia.
Komentar
Posting Komentar