Mengajar Keterampilan Berbicara Kepada Pembelajar Dasar

Mengajar pelajar muda sebenarnya tidak sesulit yang kita bayangkan, mereka seperti spons, mereka menyerap semua yang kita katakan dan bagaimana kita mengatakannya. Kemampuan guru dalam mengucapkan setiap kata, frasa dan kalimat sangat penting, karena pelajar muda akan mengulangi apa yang mereka dengar. Diyakini bahwa apa yang telah dipelajari oleh pelajar muda pada tahap awal sulit untuk diubah dikemudian hari. Untuk alasan ini, guru dapat menerapkan aturan yaitu perlahan dan mantap, melalui revisi dan daur ulang yang terus-menerus dan konstan. Selain itu, harus diperhatikan oleh guru peserta didik muda yaitu suasana santai dan positif dari kelas pelajar muda, karena merupakan faktor penentu dalam mencapai hasil yang maksimal.

Ada banyak kegiatan yang bervariasi misalnya dialog, lagu, puisi, sajak, revisi paduan suara, dan nyanyian yang dapat diadopsi untuk menumbuhkan kemampuan berbicara siswa serta untuk membangun pengucapan mereka. Harus ada lebih banyak perhatian, ketika guru peserta didik muda menerapkan alat-alat yang disebutkan di atas ke dalam praktik mengajar mereka yaitu interaksi peserta didik sebagai cara belajar. Artinya, guru harus menekankan dan membuka kesempatan sebanyak mungkin bagi peserta didik untuk berlatih mengucapkan dan berbicara bahasa Inggris baik di dalam kelas maupun di luar. Untuk dapat menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi, anak-anak perlu memperoleh kosakata dan struktur yang diperlukan.

Pada tahap awal pembelajaran bahasa, kosakata baru harus disajikan secara lisan dengan dukungan luas dari gambar, gambar, boneka, realia, video, dan / atau pantomim, gerak tubuh, ekspresi wajah atau bertindak. Miming mengendarai mobil dan menyajikan gambar mobil membantu anak-anak memahami arti 'mengemudi' dan 'mobil' dengan sangat cepat. Sehingga, disarankan agar guru pembelajar muda menyiapkan materi untuk mengajar peserta didik dasar dalam perjalanan praktik mengajar pra-jabatan mereka yaitu poster dengan rencana kota, topeng dengan wajah binatang, boneka, teka-teki, kue ulang tahun kertas, hadiah ulang tahun, balon, video yang membantu semua anak mempelajari nama-nama olahraga berbahaya misalnya 'terjun payung', 'panjat tebing', 'rodeo naik', 'scuba diving' dengan sangat menyenangkan

Teknik Mengajarkan Keterampilan Berbicara pada Pembelajar Dasar

Ada banyak teknik dan kegiatan lain yang dapat digunakan guru untuk kelas berbicara mereka. Kita hidup seperti apa yang Profesor Kumaravadivelu gambarkan sebagai, era pasca metode, di mana tidak ada yang namanya metode terbaik. Para guru dapat mengambil sedikit ALM dan menggabungkannya dengan sedikit CLT dan membuat metode baru, seperti yang dijelaskan di bawah ini :

a.       Permainan

Bermain adalah kegiatan yang bertujuan dan permainan adalah bagian dari bermain. Permainan adalah teknik pengajaran yang sangat tepat di kelas pelajar muda. Ada banyak jenis permainan yang bisa dibuat oleh para guru. Contohnya adalah game Memori, Ini dan Itu, Role play, game Guess, dll.

b.      Kotak Berbicara dan Menulis

Guru dapat bereksperimen dengan metode semacam ini. Mereka dapat menempatkan gambar atau topik di dalam kotak dan siswa dapat memilih salah satu yang menarik bagi mereka. Para guru dapat menunjukkan gambar lucu, semakin lucu semakin baik, dan memberi siswa beberapa pilihan ganda yang berkaitan dengan fokus bahasa dan juga memberi mereka pilihan untuk memberikan pendapat mereka sendiri.

c.       Twister Lidah

Metode ini dapat digunakan untuk mengajarkan pengucapan dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak mungkin mengalami kesulitan mengucapkan suara bahasa Inggris tertentu. Misalnya, anak-anak yang berbicara beberapa bahasa Asia mungkin mengalami kesulitan mengucapkan bahasa Inggris – bahasa /r/ dan /l/ karena cara mereka terjadi atau ketidakhadiran mereka dalam bahasa ibu mereka. Terkadang, kesulitan juga terjadi karena anak sering melakukannya

Tidak tahu bagaimana membentuk bibir dan mulut mereka sedemikian rupa untuk mengartikulasikan suara dengan benar. Anak-anak menyukai twister lidah karena mereka menganggap mengatakan suara sebagai permainan atau tantangan. Twister lidah umumnya memiliki fonem yang sama berulang-ulang, yang cukup sulit.

d.      Koreksi Kesalahan

        Guru pelajar muda harus menghabiskan waktu untuk mengoreksi tidak hanya perilaku tetapi juga kesalahan. Tetapi jika guru memperbaiki setiap kesalahan yang dibuat anak-anak, itu akan benar-benar habis. Guru tidak perlu menanggapi semua kesalahan, tetapi lebih baik memutuskan jenis kesalahan mana yang penting untuk difokuskan. Guru juga perlu mempertimbangkan cara mereka menanggapi kesalahan karena rasa malu dan malu adalah dua hal yang berpotensi merusak pelajar dasar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips and Tricks! 4 Media Pembelajaran Menarik Untuk Mengajar Bahasa Inggris Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar