MANAJEMEN KELAS UNTUK PEMBELAJAR DASAR

  • DEFINISI DISIPLIN

Untuk menjaga ketertiban dan menjaga kelompok tetap menjalankan tugas dan bergerak maju, tidak melihat dan menghukum siswa yang berperilaku buruk. “(Greenwood dan Parkay, 1989) guru terbaik mengantisipasi ketika perilaku buruk mungkin terjadi dan melakukan intervensi sejak dini untuk mencegahnya.

  • PENGERTIAN MANAJEMEN KELAS

Manajemen kelas itu mengacu pada cara-cara di mana perilaku, gerakan, dan interaksi siswa selama pembelajaran diatur dan dikendalikan oleh guru” Richards (1990, 10).

  • PENGERTIAN DISIPLIN

•Suatu sikap untuk menjaga ketertiban dan

menjaga kelompok agar tetap menjalankan

tugas dan bergerak maju, tidak

memperhatikan dan menghukum siswa yang

berperilaku buruk.” ( Greenwood dan Parkay,

1989)

•Penyebab perilaku menyimpang (Cole dan

Chan, 1987)

  • PERATURAN KELAS

-Di awal tahun ajaran, tetapkan peraturan kelas.

-Diskusikan peraturan Kelas dengan siswa dan konsekuensi dari perilaku buruk.

-Aturan ruang pos dan konsekuensi dari perilaku buruk.

  • TEMPAT DUDUK SISWA

Cara tempat duduk siswa di kelas dapat menentukan dinamika pembelajaran. perubahan sederhana pada pola tempat duduk dapat memberikan perbedaan yang luar biasa terhadap koherensi kelompok dan kepuasan siswa. Tempat duduk merupakan elemen penting dalam keberhasilan atau kegagalan pembelajaran. Oleh karena itu, pola tempat duduk siswa yang anda terapkan kemungkinan besar akan lebih berhasil jika Anda mengingat prinsip-prinsip berikut:

1.maksimalkan kontak mata.

2.Pastikan siswa duduk pada jarak

yang nyaman satu sama lain.

3. Memikirkan bagaimana Anda akan mengatur pergantian mitra

atau perubahan kelompok.

  • MENETAPKAN BATASAN WAKTU

1.Menetapkan waktu untuk setiap aktivitas

2.Memberitahu siswa batas waktu pengerjaan tugas

3. Siswa harus menyadari akan pentingnya waktu

  • BERMAIN PERAN

1.Sebuah teknik untuk memvariasikan kecepatan pelajaran

2.Untuk menanggapi gagasan mendasar tentang variasi dalam pengajaran

3.Guru disarankan untuk menggunakan kegiatan bermain peran untuk memotivasi siswa yang kurang termotivasi untuk mengambil bagian dalam pelajaran 


Contoh: Permainan menyembunyikan (barang) dan menebak, mendramatisasi wawancara antara pelanggan dan pelayan toko, percakapan antara dokter dan pasien, dan lain-lain

  • NAMA SISWA

1. Buatlah dua set label nama – satu untuk ruang meja atau meja anak, dan satu lagi untuk dikenakan anak di leher ke kelas khusus.

2. Gantungkan label nama pada pengait di dekat pintu.

3. Jadikan pribadi: telepon ke meja, berbisik, isyarat nonverbal.

4. Bicarakan secara singkat dengan siswa/penilai hukuman.

5. Waktu istirahat di meja atau ruangan lain.

6. Komunikasikan harapan positif kepada siswa: menyampaikan keyakinan pada kemampuan siswa untuk berbuat baik dan mempertahankan harapan yang tinggi.

  • PEMBICARAAM GIRU DAN MENARIK PERHATIAN

1. Jangan berbicara ketika anak-anak belum mendengarkan dan siap. Tunggu.

2. Tetapkan sinyal untuk menarik perhatian kelompok:

•Matikan lampu

•Tepuk pola dengan tangan Anda

•Ucapkan “Bekukan!” dan semua orang berhenti tepat di tempatnya, seperti patung. Lalu ucapkan “Leleh!” ketika Anda siap untuk mereka bergerak lagi.

•Latihlah angka-angka pada awalnya, bahkan ketika anak-anak sudah melakukannya dengan baik, supaya mereka mendapat gambaran tentang bagaimana merespons isyarat Anda. Lalu pujilah mereka.

Contoh: “Satu, dua, tiga menatapku”

•Bangun kebiasaan mendengarkan yang baik untuk waktu bercerita. Terkadang kami membaca dan mendengarkan, terkadang kami membaca dan berdiskusi, namun kami selalu mendengarkan.

  • UMPAN BALIK UNTUK SELURUH KELAS

ini adalah salah satu trik agar suasana kelas tidak hanya guru yang menerangkan, tetapi guru juga harus mengajak siswa untuk berinteraksi, dan kesannya tidak guru saja yang berbicara di kelas seperti ceramah.


  • MEMBERIKAN INSTRUKSI & MENGGUNAKAN BERPASANGAN DAN KERJA KELOMPOK

A. -buatlah instruksi yang tepat dan ringkas

- Gunakan boneka Untuk membantu Pengelolaan kelas - Gunakan Standar Yang sama Untuk semua orang

B. - Salah satu cara yang berhasil, jika guru cukup pandai dan terampil, untuk memotivasi siswanya agar berpartisipasi dalam pembelajaran adalah dengan menggunakan “ kerja berpasangan ” atau “ kerja kelompok ” dengan tepat.

  • TUGAS UNTUK PENYELESAI AWAL

Hal ini terutama terjadi ketika siswa menyelesaikan suatu tugas sementara siswa lain masih mengerjakannya. Itu sebabnya Anda menyertakan "penyelesai awal" di setiap tugas.

Pikirkan terlebih dahulu kegiatan-kegiatan yang mungkin dilakukan, pilihan- pilihan termasuk kegiatan penyuluhan yang berhubungan dengan topik terkini, menulis jurnal, membaca senyap, dan permainan edukatif

  • MENGGUNAKAN PAPAN TULIS

Pertama pastikan siswa dengan mudah melihat papan tulis. Tuliskan di papan tulis atau buatlah anak-anak mengenalnya sejak awal - di akhir pelajaran. Tujuan yang jelas ini memberikan panduan tentang apa yang ingin Anda capai dan dapat menjadi dasar struktur pembelajaran. Peta di papan dapat membantu menunjukkan kepada anak- anak ke mana tujuan Anda mengikuti pelajaran.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips and Tricks! 4 Media Pembelajaran Menarik Untuk Mengajar Bahasa Inggris Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar