CLASS MANAGEMENT FOR YOUNG LEARNERS

 

CLASS MANAGEMENT FOR YOUNG LEARNERS

 

Definition of Management and Disipline

·         Manajemen kelas mengacu pada cara-cara di mana perilaku, gerakan, dan interaksi siswa selama pelajaran diatur dan dikendalikan oleh guru

·         Untuk menjaga ketertiban dan menjaga kelompok tetap menjalankan tugas dan bergerak maju, tidak memperhatikan dan menghukum siswa yang berperilaku buruk.

·         Guru terbaik mengantisipasi ketika perilaku buruk mungkin terjadi dan melakukan intervensi sejak dini untuk mencegahnya. Intervensi yang paling efektif adalah intervensi yang halus, singkat dan hampir bersifat pribadi. Oleh karena itu, mereka tidak mengganggu aktivitas kelas

·         Penyebab perilaku menyimpang

Class Rules (Peraturan Kelas)

·         Pada awal tahun pelajaran dibuatlah peraturan kelas dengan mempertimbangkan beberapa pertimbangan

·         Mendiskusikan peraturan bersama siswa dan konsekuensi dari segala bentuk pelanggaran

·         Penetapan peraturan kelas dan konsekunsi nya

Student’s Seating (Tempat Duduk Siswa)

Cara duduk siswa di dalam kelas sering kali menentukan dinamika pembelajaran. Perubahan sederhana pada pola tempat duduk dapat memberikan perbedaan yang luar biasa terhadap koherensi kelompok dan kepuasan siswa. Jumlah siswa menjadi salah satu masalah dalam pembentukan tempat duduk siswa. Hal-hal yang perlu diperhatikan saat pembentukan tempat duduk antara lain:

1.      Pastikan siswa duduk pada jarak yang nayaman satu sama lain

2.      Pikirkan terlebih dahulu tentang bagaimana akan mengatur mitra atau perubahan kelompok

Giving Istruction

·         Membuat instruksi untuk siswa sekolah dasar dengan tepat dan ringkas.

·         Gunakan boneka untuk membantu manajemen kelas.

·         Puji kepemimpinan pada siswa.

·         "Oh, aku suka cara Antonio siap!" akan menyebabkan semua orang berpaling untuk melihat siswa yang siap dan bersiap-siap juga.

·         Gunakan standar yang sama untuk semua orang – tidak ada favorit!

Using Pair and Group Work

Salah satu cara yang berhasil, jika guru banyak akal dan cukup terampil, untuk memotivasi siswanya untuk berpartisipasi dalam pelajaran adalah dengan menggunakanmenggunakan "kerja berpasangan" atau "kerja kelompok" dengan tepat. Peserta didik dapat saling membantu saat mengerjakan berbagai jenis tugas seperti menulis dialog, wawancara, menggambar dan membuat komentar tentang mereka, memainkan peran, dll

Setting Time Limits

·         Menetapkan waktu untuk setiap kegiatan Ketika merencanakan pelajaran, sehingga akan tahu apakah akan dapat menyelesaikan tujuan atau tidak.

·         Memberi tahu kepada siswa tentang waktu yang diberikan untuk setiap kegiatan Ketika memberi mereka tugas untuk dilakukan di kelas.

·         Siswa harus secara bertahap menyadari pentingnya masalah waktu dan menghormatinya.

Role Play (Permainan Peran)

Ini adalah teknik untuk memvariasikan kecepatan pelajaran dan menanggapi gagasan mendasar tentang variasi dalam pengajaran. Guru disarankan untuk menggunakan kegiatan bermain peran untuk memotivasi siswanya dan membantu siswa yang kurang termotivasi untuk mengambil bagian dalam pelajaran. Contoh bagusnya dapat kita nyatakan: permainan sembunyikan (barang) dan tebak-tebakan, mendramatisasi wawancara pelanggan dan asisten toko, percakapan dokter dan pasien, dll...

Task for Early Finisher (Tugas untuk penyelesaian awal)

Hal ini terutama terjadi ketika siswa menyelesaikan suatu tugas sementara siswa lain masih mengerjakannya. Itu sebabnya Anda perlu menyertakan aktivitas “penyelesai awal” di setiap tugas. Pikirkan terlebih dahulu kegiatan-kegiatan yang mungkin dilakukan, pilihan-pilihan termasuk kegiatan penyuluhan yang berkaitan dengan topik terkini, menulis jurnal, membaca senyap, dan permainan edukatif

Whole Class Feedback

·         Kedengarannya familier? Berapa kali Anda melakukan feedback seperti ini? Mungkin banyak. Mengapa kita cenderung menerima umpan balik dengan cara seperti ini? Apakah ini cara termudah? Yang tercepat?

·         Saya mulai menyadari bahwa pada umumnya hanya siswa yang lebih kuat atau lebih percaya diri yang akan meneriakkan jawabannya.

·         Umpan balik sebaiknya diperiksa melalui tanggapan masing-masing siswa pada kertas formulir tertulis.

Teacher Talk

·         Jangan berbicara ketika anak-anak belum mendengarkan dan siap. Tunggu.

·         Tetapkan sinyal untuk menarik perhatian kelompok

·         Latihlah angka-angka pada awalnya, bahkan ketika anak-anak sudah melakukannya dengan baik, supaya mereka mendapat gambaran tentang bagaimana merespons isyarat Anda. Lalu pujilah mereka.

·         Bangun kebiasaan mendengarkan yang baik untuk waktu bercerita. Terkadang kami membaca dan mendengarkan, terkadang kami membaca dan berdiskusi, namun kami selalu mendengarkan.

Student Name

·         Buatlah dua set label nama – satu untuk ruang meja atau meja anak, dan satu lagi untuk dikenakan anak di leher ke kelas khusus.

·         Gantungkan label nama pada pengait di dekat pintu.

·         Jadikan pribadi: telepon ke meja, berbisik, isyarat nonverbal.

·         Bicarakan secara singkat dengan siswa/penilai hukuman.

·         Waktu istirahat di meja atau ruangan lain.

·         Komunikasikan harapan positif kepada siswa: menyampaikan keyakinan terhadap kemampuan siswa untuk berbuat baik dan mempertahankan harapan yang tinggi.

Using Whiteboard

·         Pastikan siswa dengan mudah melihat papan tulis.

·         Pastikan tujuan pelajaran Anda jelas bagi siswa Anda.

Tujuan yang jelas ini memberikan panduan mengenai apa yang ingin dicapai dan dapat menjadi dasar struktur pembelajaran. Peta di papan dapat membantu menunjukkan kepada anak-anak ke mana tujuan Anda mengikuti pelajaran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips and Tricks! 4 Media Pembelajaran Menarik Untuk Mengajar Bahasa Inggris Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar