Problematika pada Pembelajaran Dasar Bahasa Inggris
Kondisi Pengajaran Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar: Perspektif Guru Indonesia
Guru yang baik adalah mereka yang sadar bahwa dirinya memainkan peran penting sebagai guru dan mempunyai tugas penting untuk meyakinkan peserta didik bahwa mereka harus selalu belajar melebihi apa yang diajarkan (Larenazdkk., 2015).
Faktanya, karena sekolah dan Departemen Pendidikan Daerah
memberikan pengembangan profesional pada mata pelajaran umum untuk guru sekolah
dasar, bukan berdasarkan mata pelajaran yang mereka ambil, para guru bahasa
Inggris ini kurang mendapat paparan terhadap pengembangan keterampilan bahasa
Inggris mereka sendiri.
Latihan sangat penting untuk belajar bahasa Inggris. Intinya adalah
guru harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan apa yang
telah mereka pelajari dalam pembelajaran bahasa Inggris.
Oleh karena itu, jelas bahwa refleksi yang efisien dari hubungan
antara keyakinan dan praktik dapat membantu guru menumbuhkan pemahaman tentang
apa yang ingin mereka lakukan di kelas dan perubahan yang ingin mereka terapkan
pada pendekatan mereka dalam mengajar dan belajar (Farrell & Bennis, 2013).
Pengajaran Bahasa Inggris Pada Pembelajar Dasar: Lebih Banyak Pendidikan Guru Dan Literatur Anak!
Mempertimbangkan kendala dalam pengajaran bahasa usia dini, yakni sangat
terbatasnya waktu yang tersedia, terbatasnya kesempatan untuk pendidikan
pra-jabatan dan CPD (Continuous Professional Development) dalam jabatan, serta
kurangnya kesadaran guru terhadap (atau akses terhadap) sumber daya yang
memotivasi seperti buku bergambar berkualitas tinggi, maka Tujuan kurikulum
TEYL (Teaching English For Young Learners) yang ambisius saat ini jelas sulit dicapai.
Peran seorang guru sangatlah penting dan penuh tantangan. Guru yang berpraktik di YLS memerlukan dukungan
CPD untuk memperluas pengetahuan konten pedagogis dan repertoar kerajinan
mereka, namun status TEYL yang rendah
menghalangi peluang yang diperlukan. Selain itu, guru universitas dan konselor
sekolah sering kali kekurangan keahlian TEYL. Guru memainkan peran penting
sebagai teladan kesadaran antar budaya dan bahasa; mereka menjadi teladan
sebagai pembaca dan pembelajar, dan mereka menjadi teladan bagi bahasa yang
dipelajari anak-anak.
Sebuah langkah penting dalam meminimalkan masalah-masalah penting ini adalah agar tuntutan terhadap guru dan peran pendidikan guru yang sangat penting namun masih belum berkembang dapat lebih dipahami dan didukung. Kedua bidang akademik, TEYL dan literatur anak, patut diapresiasi kompleksitasnya guna memudahkan transisi antara kedua bidang studi tersebut.
Apakah Buku Pelajaran Bahasa Inggris untuk Pembelajar Dasar di Indonesia Mendorong Kesetaraan Gender?
Buku teks bahasa Inggris sebagai sumber materi utama di kelas harus
mengedepankan kesetaraan gender terutama bagi siswa muda, karena usia muda
merupakan usia yang sangat kritis untuk membentuk opini, ide, keyakinan, ideologi
anak-anak, dan lain-lain.
Buku teks mewakili budaya, masyarakat, bahkan ideologi. Oleh karena
itu, hendaknya mewakili berbagai minat, sifat, dan kemampuan yang seimbang bagi
siswa laki-laki dan perempuan.
Representasi gender dalam buku teks bahasa Inggris sekolah dasar
disajikan dalam bentuk teks dan gambar visual yang terintegrasi dengan jelas.
Representasi gender dalam buku teks pada
umumnya serupa, meskipun tidak mencakup semua kategori. Kesetaraan ditunjukkan
dengan pemberian nama laki-laki dan perempuan yang setara pada tokoh utama,
serta pemberian ilustrasi pada buku pelajaran sekolah. Faktanya, perempuan lebih sering muncul dalam ilustrasi
dibandingkan laki-laki.
Guru bahasa Inggris diharapkan melakukan improvisasi dalam
memberikan pemahaman gender yang lebih baik ketika menggunakan buku teks.
Komentar
Posting Komentar