Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar
KONDISI PENGAJARAN BAHASA INGGRIS KEPADA PEMBELAJAR DASAR: PERSPEKTIF GURU INDONESIA
Sebagai bahasa asing pertama yang diajarkan di Indonesia, bahasa Inggris telah banyak ditawarkan di sekolah-sekolah Indonesia mulai dari tingkat dasar. Berbeda dengan kurikulum sekolah menengah, sekolah dasar tidak memasukkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib, apalagi setelah kurikulum 2013 diterapkan. Bahasa Inggris yang dulunya merupakan mata pelajaran wajib di kelas 4, 5, dan 6, kini dimasukkan ke dalam ekstrakurikuler karena dua alasan: siswa SD agar lebih banyak terpapar muatan lokal, dan mata pelajaran di tingkat SD dianggap kelebihan beban
Penelitian ini adalah studi kasus yang berfokus pada penyelidikan keyakinan guru bahasa Inggris sekolah dasar tentang peran pemaparan, motivasi, dan praktik di kelas EFL. Kelas seminggu sekali yang durasinya tidak lebih dari 70 menit dianggap tidak cukup bagi siswa untuk terpapar bahasa Inggris, semua peserta mengakui bahwa tanggung jawab mereka sebagai wali kelas yang harus mengajar mata pelajaran lain selain bahasa Inggris membuat mereka kurang fokus dalam mengembangkan materi dan memberikan paparan bahasa Inggris sebanyak-banyaknya kepada siswanya.
Seluruh guru peserta sepakat bahwa siswa perlu memiliki motivasi baik pribadi maupun eksternal untuk memicu mereka belajar bahasa Inggris dan dikarenakan kurangnya perhatian dalam pengembangan keterampilan bahasa inggris dari sekolah dan Departemen Pendidikan Daerah, maka:
Guru I mengambil kursus mandiri demi meningkatkan kemampuan dan kualitas bahasa inggrisnya. Proses pembelajaran yang diterapkan adalah selalu berusaha mendemonstrasikan penggunaan bahasa Inggris dalam kegiatan komunikasi fungsional di kelas dan mendorong siswa untuk membawa. kamus dan mengajari mereka cara menggunakannya. Dengan motivasinya manfaat penggunaan bahasa Inggris.
Guru II dengan lulusan Jurusan Bahasa Inggris selalu menerapkan bahasa kelas, ungkapan-ungkapan yang berguna, dan ungkapan-ungkapan dalam bahasa Inggris untuk membiasakan siswa mendengarnya, menerapkan pembelajaran kooperatif untuk mengembangkan interaksi sosial antar teman sebaya. Dengan motivasi siswa memperoleh banyak manfaat dengan mahir berbahasa Inggris.
Guru III yang bukan lulusan Jurusan Bahasa Inggris, dia mempelajari buku kerja siswa untuk meningkatkan bahasa Inggrisnya dan pada dasarnya tidak menggunakan metode dalam mengajar.
Di dalam bahasa inggris, praktek merupakan hal yang sangat penting dan berpengaruh. Oleh karena itu, guru harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari dalam pembelajaran bahasa Inggris.
PENGAJARAN BAHASA INGGRIS KEPADA PEMBELAJAR DASAR: LEBIH BANYAK PENDIDIKAN GURU DAN LEBIH BANYAK SASTRA ANAK
Persiapan Perkembangan Dan Kendala
Pengenalan TEYL yang relatif baru dalam pendidikan di kalangan guru sekolah dasar yang masih minim pengalaman. Kendalanya kurangnya dukungan institusional juga budaya sekolah seperti jadwal bahasa inggris yang diletakkan di akhir sehingga kurangnya minat dan semangat peserta didik dalam belajar bahasa inggris. Namun, dengan kesiapan guru yang baik dapat mencapai pembelajaran seumur hidup, sebagaimana TEYL dimaksudkan untuk menjadi pembelajaran seumur hidup.
Guru Pendidik Untuk Siswa TEYL
Komunitas penelitian TEYL yaitu Jaringan Penelitian AILA dalam Pembelajaran Bahasa dini, diluncurkan pada tahun 2015, kini memiliki 130 anggota yang aktif meneliti pendidikan bahasa YL di seluruh dunia – yang menunjukkan komunitas penelitian internasional yang sehat dan kuat. Namun, di luar itu dengan semakin meningkatnya kebutuhan bahasa inggris di sekolah dasar, masih relatif sedikit guru dan ahli bahasa terapan yang berspesialisasi dalam TEYL dan pembelajaran bahasa awal, dan luas serta kompleksitas bidang tersebut tidak dipahami secara luas. alternatifnya adalah pendidikan guru umum untuk ELT. Di sini para guru dipersiapkan untuk mengajar bahasa untuk semua jenis sekolah (SD, SMP, dan SMA). Ini terjadi di seluruh dunia dan tidak ideal.
Pendidikan Guru Untuk TEYL
Hasil survei di seluruh dunia menunjukkan pentingnya status profesi guru, dan bahwa negara-negara dengan sekolah berkinerja terbaik, seperti Finlandia, Singapura dan Korea Selatan, memberikan status yang tinggi kepada guru. Hasilnya juga menunjukkan bahwa kualitas suatu sistem pendidikan tidak bisa melebihi kualitas gurunya.
Tema TEYL
Plurilingual- dukungan terhadap beragam bahasa asal dari komunitas sekolah, kesadaran bahasa dan perkembangan Bahasa, mengajarkan empat keterampilan, penilaian formatif dan sumatif, Skenario Pembelajaran Terintegrasi Konten dan Bahasa, memanfaatkan bahasa Inggris di luar sekolah, pengajaran inklusi dan kemampuan campuran, peran orang tua, umpan balik korektif, pengembangan bahan, pembelajaran berbasis tugas, drama dan pembelajaran seluruh tubuh, membaca dalam bahasa kedua.
Relevansi Kualitas Masukan Dan Konteks
Sumber utama masukan bahasa anak-anak adalah guru itu sendiri dan materi yang mereka gunakan di kelas. Materinya dapat mencakup buku teks EFL, lembar kerja, rekaman audio visual, buku bergambar dan puisi, drama dan cerita untuk penyampaian lisan. Jika guru memiliki pengetahuan dan akses ke materi yang bermakna untuk dibagikan kepada anak-anak muda, seperti buku gambar kompleks yang berlatar belakang budaya yang berbeda, maka area kompetensi sekolah menengah, termasuk berpikir kritis, literasi ganda, pembelajaran sosial budaya, dan kesadaran bahasa, dapat dipersiapkan sejak dini di dalam kelas anak-anak muda.
Literatur Anak Sebagai Masukan Berkualitas Tinggi Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Anak (TEYL)
Mengulang-ulang bagian cerita yang penting, Menggunakan pengulangan suara dalam cerita, Menggunakan bahasa berkualitas tinggi, Memberikan kesempatan untuk menceritakan ulang cerita, Memberikan dukungan pemahaman melalui cerita yang memotivasi dan gambar yang merangsang imajinasi, Mendorong motivasi untuk berkomunikasi secara dinamis dan autentik antar individu, Melakukan eksperimen tipografi dan pemilihan kata-kata kreatif yang mendorong anak-anak untuk menulis kreatif mereka sendiri, Menghindari ketergantungan pada buku pelajaran dan materi satu ukuran untuk semua, Memberikan peluang untuk pembelajaran antarbudaya dan perubahan perspektif ketika memasuki dunia cerita dan menemukan cara hidup yang berbeda, Memberikan peluang untuk menghubungkan bahasa anak-anak dan perkembangan literasi mereka secara umum, Menghargai pandangan anak-anak sendiri, guru bahasa juga bisa belajar ideide baru dan bahasa baru melalui literatur anak-anak.
Mempelajari Cara Menggunakan Buku Bergambar Di TEYL
Dalam me nggunakan lteratur nak-anak di ELT, guru bisa mendapat motivasi dan kepercayaan diri. Guru juga menjadi yakin dengan kriteria materi yang akan diajarkan. Tujuannya adalah untuk mengatasi kekhawatiran guru tentang penggunaan buku bergambar di L2, meningkatkan persepsi guru tentang bagaimana buku bergambar dapat digunakan dalam pengajaran FL, memfasilitasi pembacaan kritis mereka terhadap buku bergambar dan mempertimbangkan bagaimana buku bergambar dapat digunakan untuk mempromosikan pembelajaran antar budaya atau digunakan di sebuah program berbasis konten.
Akomodasi Linguistik Ke YLS
Guru memerlukan pelatihan dalam pembelajaran untuk menekankan pola bahasa dalam interaksi kelas sebagai fokus implisit pada bentuk agar dapat dipahami dan diperhatikan oleh pelajar.
APAKAH BUKU PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK PELAJAR DASAR DI INDONESIA MENDORONG KESETARAAN GENDER?
Melalui Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1984, Indonesia meratifikasi hasil Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan tahun 1980. Indonesia juga telah menandatangani sejumlah konvensi mengenai kesetaraan gender seperti Beijing Platform for Action 1995, Deklarasi Dakar tentang Pendidikan untuk Semua (EFA) 2000, dan Deklarasi Milenium PBB 2000. Kurikulum yang mengedepankan kesetaraan gender dapat direpresentasikan dalam buku teks sebagai sumber bahan ajar yang umum digunakan di kelas. Dan di Indonesia banyak guru bahasa Inggris yang menggunakan buku teks sebagai bahan pengajaran yang paling umum.
Menurut Reeves dan Baden (Reeves & Baden, 2000), kesetaraan gender berarti perempuan dan laki-laki mempunyai kesempatan yang sama dalam hidup, termasuk kemampuan untuk mengambil bagian dalam kehidupan public. Penelitian sebelumnya yang menyelidiki bagaimana gender direpresentasikan dalam buku teks ELT untuk pelajar muda menunjukkan dua hasil yang berbeda. Beberapa buku teks terbukti mengandung bias gender yang tinggi, lebih mengutamakan laki-laki dibandingkan perempuan serta ketidakseimbangan gender di mana laki-laki lebih banyak diwakili dibandingkan perempuan. . Namun, ada pula hal lain yang tampaknya menggambarkan kesetaraan penampilan karakter laki-laki dan perempuan, serta prevalensi penggambaran profesional laki-laki dan perempuan serta aktivitas rumah tangga yang tercermin dalam buku teks.
Pada intinya, buku teks bahasa Inggris sebagai sumber utama di kelas harus mempromosikan kesetaraan gender terutama untuk pembelajar dasar, karena usia muda adalah usia kritis unruk membentuk perspektif, ide, kepercayaan dan ideologi anak-anak.
Komentar
Posting Komentar