Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar
Kondisi Pengajaran Bahasa Inggris Kepada Pembelajar Dasar: Perspektif Guru Indonesia
Jurnal ini telah membahas hasil penelitian yang berfokus pada penyelidikan guru bahasa
Inggris sekolah dasar tentang peran paparan, motivasi, dan praktik dalam pembelajaran ESL.
Hasil kesimpulannya sebagai berikut:
penelitian ini hanya melibatkan tiga guru bahasa Inggris Indonesia di sebuah sekolah
dasar swasta
peran pemaparan sangat penting dalam mempelajari bahasa inggris
motivasi merupakan faktor penting untuk mencapai tujuan pembelajaran
praktik merupakan bagian sentral dari pengembangan kemahiran.
Pengajaran Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar: Lebih Banyak Pendidikan Guru dan Lebih Banyak Sastra Anak
Jurnal ini membahas mengenai sifat pengajaran bahasa inggris yang menuntut dan kompleks pada pembelajar dasar. Berikut adalah kesimpulannya:
Tujuan kurikulum TEYL yang ambisius saat ini sulit dicapai karena beberapa hal diantaranya adalah terbatasnya waktu yang tersedia, terbatasnya kesempatan untuk pendidikan prajabatan dan CPD dalam jabatan, serta kurangnya kesadaran guru terhadap (atau akses terhadap) sumber daya yang memotivasi seperti buku bergambar berkualitas tinggi.
Guru memiliki peran penting sebagai model kesadaran antar budaya dan bahasa, mereka menjadi model sebagai pembaca dan pembelajar, dan menjadi model bahasa yang dipelajari anak-anak.
Apakah Buku Pelajaran Bahasa Inggris untuk Pembelajar Dasar di Indonesia Mendorong Kesetaraan Gender?
Jurnal ini mengkaji tentang representasi gender dalam buku teks bahasa Inggris untuk kelas tiga sekolah dasar untuk mengetahui apakah bukuu teks tersebut mempromosikan kesetaraangender atau tidak. Berikut adalah kesimpulannya:
Buku teks bahasa Inggris sebagai sumber utama di kelas harus mempromosikan kesetaraan gender terutama untuk pelajar muda karena usia muda adalah usia kritis untuk membentuk perspektif, ide, kepercayaan, ideologi anak-anak, dan sebagainya.
gambar laki-laki dan perempuan muncul secara merata di setiap halaman buku
Atribut pada gambar dapat digunakan untuk menentukan jenis kelamin karakter. Gaya rambut dan pakaian yang sangat stereotip berdasarkan konteks budaya, terkadang dapat menjadi dasar kategorisasi. Perempuan, misalnya, mempunyai rambut panjang dan diikat, sedangkan laki-laki berambut pendek.
buku teks ini relatif adil dalam menggambarkan perempuan dan laki-laki. Tidak hanya berupa representasi gambar saja tetapi juga berupa nama-nama tokoh yang ada dalam buku teks
Komentar
Posting Komentar