Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

KONDISI PENGAJARAN BAHASA INGGRIA KEPADA PELAJAR MUDA: PERSPEKTIF GURU INDONESIA

Penelitian ini berfokus pada keyakinan guru tentang peran paparan, motivasi, dan praktik di kelas bahasa Inggris dan apa yang mereka lakukan di kelas terkait dengan keyakinan tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk menyelidiki apa yang dianggap penting oleh guru bahasa Inggris sekolah dasar terkait dengan pemaparan, motivasi, dan praktik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode wawancara dan observasi kelas. Wawancara dilakukan untuk memahami latar belakang pendidikan guru dan keyakinan mereka mengenai kondisi tersebut dalam proses pembelajaran Bahasa. Sedangkan observasi dilakukan untuk memhami peserta didik terhadap lingkungan alaminya.  

Menurut hasil observasi dan wawancara, guru memiliki beberapa peran dalam pembelajaran bahasa Inggris yaitu:

  1. Latihan, dalam pembelajaran bahasa Inggris sangatlah penting. Intinya, guru harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan apa yang telah mereka pelajari. Bentuk latihan diantaranya seperti mengerjakan soal latihan yang ada di buku kerja, lagu, permainan, dan kegiatan pembelajaran kooperatif lainnya yang dirancang guru untuk memberi kesempatan kepada siswa berbicara, mendengarkan, membaca, dan meulis dalam bahasa Inggris.  

  2. Pemaparan (menerangkan dan memperluas materi), guru dituntut untuk dapat menjelaskan dan memperluas materi kepada peserta didik. Jadi peserta didik tidak terus-menerus mengerjakan soal latihan saja. Sedangkan terkadang peserta didik belum paham materinya. Maka dari itu seorang guru bahasa Inggris mempunyai peran pemaparan ini agar peserta didik lebih paham mengenai materi yang sedang dipelajarinya. 

  3. Motivator, peran guru bukan hanya semata-mata untuk mentransfer ilmu kepada siswanya. Tetapi guru juga berperan sebagai tauladan, pembimbing, fasilitator, pembisik, mediator di dalam kelas. Salah satu contoh guru sebagai motivator siswa dalam belajar bahasa Inggris adalah dengan menunjukkan kepada siswa bahwa mereka dapat memperoleh banyak manfaat dengan mahir berbahasa Inggris diantaranya dapat berkomunikasi secara efektif dengan orang-orang dari budaya dan latar belakang yang berbeda, dapat memahami teknologi yang mana sebagian besar teknologi yang ada menggunakan bahasa Inggris, selain itu dengan berbahasa Inggris dapat memperluas ilmu pengetahuam dalam berbagai bidang. 


PENGAJARAN BAHASA INGGRIS KEPADA PELAJAR DASAR (ANAK): LEBIH BANYAK PENDIDIKAN GURU DAN LEBIH BANYAK SASTRA ANAK!

Latar belakang penelitian ini adalah adanya tantangan-tantangan yang dihadapi pelajar muda di kelas, kemudian dilanjutkan dengan argumen bahwa rendahnya estimasi pengajaran bahasa di pendidikan dasar dapat berdampak serius pada kepercayaan diri dan kemanjuran guru sekolah dasar. Artikel ini membahas tantangan pengajaran bahasa Inggris kepada pelajar muda (Teaching English to Young Learners (TEYL)), dan implikasinya terhadap pendidikan guru. Dalam konteks ini akan diuraikan bagaimana sastra anak relevan dan sangat direkomendasikan. Meskipun demikian, tampaknya terdapat kesulitan dan hambatan dalam memasukkan sastra anak ke dalam pendidikan guru.

Fokus dari penelitian ini adalah Pengajaran Bahasa Inggris pada Anak (TEYL) pada rentang usia sekitar enam hingga dua belas tahun, yaitu kelompok usia di mana perkembangan anak mengalami kemajuan pesat. Anak usia 12 tahun sudah secara mandiri memperoleh lebih banyak bahasa Inggris di luar sekolah dibandingkan di sekolah contohnya melalui film yang mereka tonton dan video game berbahasa Inggris.

Tatangan yang sering dialami guru dalam mengajar pelajar dasar diantaranya pelajar dasar sangat bergantung pada guru karena mereka belum sepenuhnya menguasai materi. Kendala dalam persiapan TEYL antarai lain guru yang memiliki persiapan yang baik sering kali dirugikan karena kurangnya dukungan instusional atau budaya sekolah, Bahasa Inggris selalu dijadwalkan pada akhir sekolah. 

Dalam mengajar EYL guru dapat meggunakan 2 cara yaitu:

  1. Literatur anak seperti buku bergambar

Dengan hal ini, guru dapat memperoleh manfaat dalam hal motivasi, kepercayaan diri, dan kemanjuran guru dari pelatihan komprehensif dalam menggunakan literatur anak-anak di ELT, tujuan pelatihannya adalah untuk mengatasi kekhawatiran guru tentang penggunaan buku bergambar di L2, meningkatkan persepsi guru tentang bagaimana buku bergambar dapat digunakan dalam pengajaran FL, memfasilitasi pembacaan kritis mereka terhadap buku bergambar dan mempertimbangkan bagaimana buku bergambar dapat digunakan untuk mempromosikan pembelajaran antar budaya atau digunakan di sebuah program berbasis konten. 

Cara membantu anak untuk memahami:

  1. Evaluasi bahasa, yaitu membantu guru mencocokkan teks dengan kebutuhan ahli bahasa dan emosional

  2. Mendengar dan menganalisis, guru dapat mendengar dan menganalisis fungsi sebuah teks berada pada posisi yang tepat

  3. Analisis krisis teks, cara kerjanya membantu guru meningkatkan kesadaran anak tentang bagaimana teks bekerja dalam dunia nyata.

  1. Akomodasi linguistik (bercerita)

Guru sekolah dasar yang berkualifikasi sering kali merupakan pendongeng yang terampil dalam bahasa kelas umum. Contohnya seperti bercerita lisan, membacakan buku bergambar, dan wacana kelas secara umum.


APAKAH BUKU PELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK PELAJAR DASAR DI INDONESIA MENDORONG KESETARAAN GENDER?

Penelitian ini menggunakan analisis tata bahasa visual untuk mengungkap representasi gender yang tidak adil yang muncul ketika kedua gender digambarkan secara stereotip. Laki-laki diperlihatkan dominan dalam teknik berbahasa dan menguasai lebih banyak tempat umum, sementara perempuan diperlihatkan pasif dan menguasai lebih banyak wilayah privat. Penggambaran keterwakilan gender yang tidak merata dalam buku teks menyiratkan bahwa keterwakilan buku teks diwujudkan oleh ideologi dan didorong oleh kepentingan masyarakat. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari isi buku bahasa Inggris “Grow With English” untuk kelas 3 yang diterbitkan oleh Erlangga Publisher.

Kesetaraan gender adalah persamaan kondisi dan kedudukan perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia, sehingga mampu berperan dan mengambil bagian dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan nasional, serta kesetaraan untuk menikmati manfaat pembangunan (Permen PPPA, 2020).

Buku teks merupakan alat yang paling ampuh dalam membangun keyakinan, sikap dan nilai peserta didik. Penting bagi buku teks untuk memasukkan materi yang non-diskriminatif dan setara gender sehingga anak-anak dapat membangun identitas gender mereka yang sebenarnya dan percaya diri dengan kemampuan mereka untuk mendapatkan kesempatan yang sama dengan manusia tanpa memandang gender. Buku teks sebagai sumber utama, ide, dan pandangan, tidak hanya menyediakan konten tetapi juga mengekspos ideologi dalam konteks EFL dari aspek tertentu. Buku teks bahasa Inggris diharapkan dapat membantu pelajar dalam memahami budaya universal dan perspektif global terutama yang terkait kesetaraan gender

Beberapa buku teks terbukti mengandung bias gender yang tinggi, lebih mengutamakan laki-laki dibandingkan perempuan, serta ketidakseimbangan gender di mana laki-laki lebih banyak diwakili dibandingkan perempuan. Namun, ada pula hal lain yang tampaknya menggambarkan kesetaraan penampilan karakter laki-laki dan perempuan, serta prevalensi penggambaran profesional laki-laki dan perempuan serta aktivitas rumah tangga yang tercermin dalam buku teks.

Deskripsi representasi gender dalam buku ajar pembelajar muda diklasifikasikan ke dalam empat kategori yaitu representasi gambar dan nama tokoh peran domestik, dan peran sosial, serta aktivitas laki-laki dan perempuan berdasarkan data yang ditemukan peneliti dan dengan mempertimbangkan isi buku teks sebagian besar berupa gambar.

Interpretasi representasi gender di buku teks untuk pelajar muda yang ditemukan dalam buku teks secara umum sama. Kesetaraan digambarkan dengan menyebut nama laki-laki dan perempuan yang setara pada tokoh utama, serta pemberian ilustrasi bergambar seorang perempuan lebih sering daripada laki-laki.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips and Tricks! 4 Media Pembelajaran Menarik Untuk Mengajar Bahasa Inggris Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar