Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

Kondisi Pengajar Bahasa Inggris Pada pembelajaran dasar: Perspektif Guru Indonesia

Keyakinan guru bahasa inggris merupakan salah satu topik yang menarik untuk dipelajari karena mereka menyumbangkan sejumlah masukan untuk refleksi dan peningkatan pengajaran dan pembelajaran bahasa inggris.  Studi kasus ini bertujuan untuk menyelidiki keyakinan guru tentang pemaparan, motivasi, dan praktik di kelas bahasa inggris di sekolah dasar dan bagaimana mereka menerjemahkan keyakinan mereka ke dalam tindakan pembelajaran rutin. Wawancara semi-struktur dan observasi kelas dilakukan untuk mengumpulkan data yang melibatkan tiga guru bahasa inggris disebuah sekolah dasar swasta terpilih di malang, Jawa Timur, Indonesia. Temuan menunjukan bahwa semua peserta menyadari bahwa peran paparan sangat pening dalam pembelajran bahasa asing, motivasi merupakan faktor penting untuk mencapai tujuan pembelajaran dan praktek adalah bagian penting dari pengembangan kemahiran, dan konsisten dengan hal ini, banyak upaya yang dilakukan untuk memberikan paparab bahasa inggris, motivasi siswa, dan menciptakan peluang bagi siswa untuk menggunakan bahasa inggris. Oleh karena itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang layak bagi para guru bahasa inggris sebagai bahasa kedua, khususnya disekolah dasar dan penelitian lain yang berhubungan dengan pemaparan, motivasi, dan praktik dalam pembelajaran bahasa inggris.

Istilah bahasa inggris sebagai bahasa kedua dan bahasa inggris sebagai bahasa asing sering digunakan secara bergantian. Selain faktor yang berasal dari peserta didik dan kebijakan pembelajaran bahasa inggris di Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan yang terjadi dari sisi guru juga mempengaruhi proses belajar mengajar dan hasilnya. Selain itu, karena siswa menghabiskan sebagian besar waktu belajar bahasa inggris mereka di sekolah dengan guru bahsa inggris mereka dan melihat guru mereka sebagai model dalam pembelajaran bahasa tersebut, peran guru menjadi sangat penting. Menanggapi perbedaan pendapat di kalangan pengambil keputusan tentang gagasan pengajaran bahasa inggris di sekolah dasar, melihat tantangan pengajaran bahsa inggris sebagai bahsa kedua bagi anak-anak, dan melihat pengetahuan dan kemampuan guru dalam mengajar ESL, penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki apa yang dianggap penting oleh para guru bahasa inggris sekolah dasar terkait dengan pemaparan, motivasi, dan praktik. Penelitian yang meneliti keyakinan guru serta upaya pengajaran mereka untuk meningkatkan kondisi pembelajaran bahasa telah dilakukan oleh beberapa peneliti. 

Pengaajaran Bahasa Inggris Kepada Pengajar Muda (Anak): Lebih Banyak Pendidikan Guru dan Lebih Banyak Sastra Anak-Anak!

Jurnal ini dimulai dengan tantangan-tantangan yang dihadapi pelajar muda dikelas, kemudian dilanjutkan dengan argumen bahwa rendahnya estimasi pengajaran bahasa di pendidikan dasar dapat berdampak serius pada kepercayaan diri dan kemanjuran guru sekolah dasar. Mitos populer bahwa bahasa inggris untuk pelajar muda adalah masalah sederhana yang tidak memerlukan keterampilan bahasa tingkat lanjut maupun pengetahuan mendalam tentang biaya pendidikan dan pedagogi masih dipertanyakan. Dalam jurnal, peran sastra anak dalam pendidikan guru dosorot dan relevansi masukan bahasa berkualitas tinggi dikedepankan. Selanjutnya, ketersediaan pendidikan guru pra-jabatan dan dalam jabatan yang berfokus, serta pendidik guru dengan keahlian yang diperlukan juga dibahas. Peran guru sangatlah penting, dan peluang yang dapat dibagikan oleh para guru kepada anak-anak, jika dipersiapkan dengan cukup baik, mencakup tujuan pendidikan tambahan pembelajaran pembelajaran bahasa inggris untuk pelajar muda, seperti kesenangan dalam cerita, pembelajaran ganda, dan lain-lain

Janice bland merupakan profesor pendidikan bahasa inggris di Nord University Norwegia, yang mana beliau berfokus dalam pengajaran dan penelitiannya pada proses kreatif dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa dan sastra inggris di sekolah dasar dan menengah. Dalam tulisan ini, pendidikan guru mengacu pada persiapan guru pra-jabatan berbasis universitas, dan pelatihan guru mengacu pada, misalnya pendamping siswa guru dalam pratikum di sekolah. Saya mengemukakan temuan-temuan dari penelitian linguistik terapan dan pedagogi mata pelajaran yang menyatakan bahwa pembuat kebijakan harus lebih memperhatikan posisi penting guru dalam pembeljaran bahasa awal, dan relevansi masukan yang berkualitas dan memperhatikan beban yang ditanggung guru dan anak-anak. Seperti istilah kontroversial ‘penutur asli’, kontruksi terkait bahasa inggris sebagai bahasa asing dapat dianggap menyesatkan karena konsep kesaingan menunjukan bahwa bahasa inggris adalah milik negara dan masyarakat lain. Penelitian pemerolehan bahasa kedua (SLA) menunjukkan bahwa faktor usia yang dilebih-lebihkan ini adalah suatu kesalahan, sebaliknya kondisi dan konteks pembelajaranlah yang menjadi faktor tinggi dalam bahasa target dan pelatihan profesional, banyak peluang untuk komunikasi otentik dalam bahasa, waktu pengajaran yang cukup, etodologi pengajaran yang disesuaikan dengan pembelajaran kebutuhan anak kecil, serta tindak lanjut yang konsisten dan dirancang dengan baik pengajaran dikelas yang lebih tinggi

Apakah Buku Pelajaran Bahasa Inggris untuk Pembelajaran Dasar di Indonesia mendorong Kesetaraan Gender?

Kurikulum yang mengedepankan kesetaraan gender dapat direpresentasikan dalam buku teks sebagai sumber bahan ajar yang umum digunakan di Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis wacana kritis yang mengkaji representasi gender dalam buku teks bahasa Inggris untuk kelas tiga sekolah dasar untuk mengetahui apakah buku teks tersebut mempromosikan kesetaraan gender atau tidak. Temuannya mengungkapkan bahwa: buku teks yang diteliti mewakili gender secara setara dalam hal kuantitas perempuan dan laki-laki digambarkan secara setara dalam representasi gambar dan nama karakter. Kurikulum yang mengedepankan kesetaraan gender dapat direpresentasikan dalam buku teks sebagai sumber bahan ajar yang umum digunakan di kelas. Karena nilai-nilai pendidikan karakter banyak dimasukkan dalam buku teks saat ini, maka nilai atau isu kesetaraan gender juga dapat dipromosikan melalui buku teks tersebut, termasuk buku teks bahasa Inggris, seperti konteks penelitian ini. Karena pemerintah tidak menyediakan kurikulum dan bahan ajar atau buku teks mata pelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, banyak sekolah dasar swasta yang menggunakan buku teks yang diterbitkan secara komersial oleh Penerbit Umum. 

Studi lain meneliti gender Ciri-ciri laki-laki dan perempuan terlihat pada gambar buku pelajaran sekolah dasar "Stairway Bahasa Inggris yang Menyenangkan dan Mudah" untuk Kelas IV terbitan Tiga Serangkai. Penelitian ini menggunakan analisis tata bahasa visual untuk mengungkap representasi gender yang tidak adil yang muncul ketika kedua gender digambarkan secara stereotip. Penggambaran keterwakilan gender yang tidak merata dalam buku teks menyiratkan bahwa keterwakilan buku teks diwujudkan oleh ideologi dan didorong oleh kepentingan masyarakat (Muzdalifah et al., 2021) Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, para peneliti berpendapat bahwa penting untuk menyelidiki bagaimana gender direpresentasikan dalam buku teks bahasa Inggris untuk pelajar muda di Indonesia karena usia muda adalah masa kritis untuk membangun dan membentuk cara pandang dan karakter siswa, termasuk kesetaraan gender. Indonesia telah menandatangani dan meratifikasi beberapa konvensi kesetaraan gender, sehingga kesetaraan gender di Indonesia merupakan suatu gagasan yang dibentuk dengan mengacu pada dua instrumen internasional yang mendasarinya, yaitu Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tips and Tricks! 4 Media Pembelajaran Menarik Untuk Mengajar Bahasa Inggris Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar

Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar