Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar
Kondisi pengajaran bahasa Inggris kepada pelajar muda perspektif guru Indonesia
Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua atau L2 berarti bahasa yang didengar dan dilihat seseorang, digunakan di sekitar mereka dalam kehidupan sehari-hari tetapi tidak banyak digunakan dirumah (Borg, 2001). Melihat perbedaan peserta didik dari aspek apapun, pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua kepada anak-anak atau pembelajar muda menuntut guru untuk menggunakan pendekatan-pendekatan tertentu dengan menunjukkan ciri-ciri tertentu dari anak yang harus diperhatikan dan diperhatikan oleh guru dalam pengajarannya (Scott & Ytreberg, 1990). Selain faktor yang berasal dari peserta didik dan kebijakan pembelajaran bahasa Inggris di Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan yang terjadi dari sisi guru juga mempengaruhi proses belajar mengajar dan hasilnya. Latar belakang akademik yang tidak sesuai, kurangnya kualifikasi akademik, dan kemampuan bahasa Inggris yang tidak memadai merupakan permasalahan yang berkaitan dengan kualitas guru (Hamid, 2012). Selain itu, karena siswa menghabiskan sebagian besar waktu belajar bahasa Inggris mereka di sekolah dengan guru bahasa Inggris mereka dan melihat guru mereka sebagai model dalam pembelajaran bahasa tersebut, peran guru menjadi sangat penting. Namun, jika kelas tidak dirancang dengan tepat, hal ini dapat meningkatkan ketergantungan siswa pada guru.
Pengajaran bahasa inggris kepada Pembelajar dasar lebih banyak pendidikan guru dan lebih banyak sastra anak
Anak-anak sekolah dasar mempunyai konsep dan minat yang melampaui batas kemampuan mereka Keterampilan berbahasa Inggris, yang menimbulkan tantangan bagi guru. Ide anak-anak dan aspirasi dapat dikembangkan dengan baik,sehingga guru memerlukan pengetahuan untuk menjembatani kesenjangan tersebut antara tingkat kognitif dan keterampilan linguistik YL yang kurang berkembang dengan memilih cerita yang 'benar'. Vivienne Smith (2011, p. 117) menguraikan pentingnya 'sastra dan pemahaman musik tentang apa yang dilakukan bahasa' dalam buku bergambar. Evaluasi bahasa yang cermat akan membantu guru mencocokkan teks dengan kebutuhan ahli bahasa dan emosional anak-anak yang mereka ajar, sehingga membantu mereka menemukan teks yang tepat untuk anak yang tepat. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk diberi kesempatan untuk belajar bahwa 'Keberhasilan nyata bergantung pada memiliki cerita yang tepat untuk kemampuan linguistik dan kognitif serta minat anak-anak guna memaksimalkan kesenangan, keterlibatan, dan pembelajaran mereka' (G. Ellis,2018 , hal.84). Jelaslah bahwa untuk dapat memanfaatkan sastra anak secara efektif, diperlukan guru bimbingan mendalam dalam memperluas kompetensi sastra mereka, literasi visual, literasi kritis, dan respons terhadap teks multimodal, untuk mempelajari cara mendukung, menyusun, dan memformulasi ulang respons YL terhadap gambar.
Apakah Buku Pelajaran Bahasa Inggris untuk Pembelajaran Dasar di Indonesia Mendorong Kesetaraan Gender
Kesetaraan gender adalah persamaan kondisi dan kedudukan perempuan dan laki-laki untuk mendapatkan kesempatan dan hak-haknya sebagai manusia, sehingga mampu berperan dan mengambil bagian dalam kegiatan politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, keamanan nasional, serta kesetaraan untuk menikmati manfaat pembangunan. Buku teks bahasa Inggris sebagai sumber utama di kelas harus mempromosikan kesetaraan gender terutama untuk pelajar muda karena usia muda adalah usia kritis untuk membentuk perspektif, ide, kepercayaan, ideology anak-anak, dan sebagainya.
Komentar
Posting Komentar