Bahasa Inggris pada Pembelajar Dasar
Kondisi Pengajaran Bahasa Inggris Kepada Pembelajar Dasar Prespektif Guru Bahasa Inggris
Penelitian ini adalah studi kasus yang berfokus pada penyelidikan guru Bahasa Inggris sekolah dasar tentang peran pemaparan, motivasi, dan praktik di kelas EFL. Ini adalah studi menyeluruh karena mendekati peserta dan latar belakang di mana mereka mengajar. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah swasta favorit yang berakreditasi A di Malang, Jawa Timur. Meskipun Bahasa inggris tidak disebutkan secara eksplisit dalam kurikulum, sekolah ini mulai menawarkan mata pelajaran tersebut dan mempekerjakan dua guru lulusan jurusan Bahasa inggris untuk mengajar mata pelajaran tersebut.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi kelas. Dalam menggunakan Bahasa inggris, latihan sangat penting untuk belajar Bahasa inggris. Intinya adalah guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari dalam pembelajaran Bahasa inggris. Guru dituntut untuk fleksibel dan menguasi berbagai hal. Tugas guru begitu banyak, seperti mengelola kelas juga menjadi guru pelajaran khususseperti Bahasa inggris menyebabkan ketidakfokusan.
Peran guru bukan hanya semata-mata untuk mentransfer ilmu mata pelajarannya kepada siswanya. Tetapi, guru juga berperan sebagai teladan, pembimbing, fasilitator, pembisik, dan mediator di dalam kelas.
Pengajaran Bahasa Inggris Kepada Pelajar Dasar (anak); Lebih Banyak Pendidikan Guru Dan Lebih Banyak Sastra Anak
Penelitian ini adalah studi kasus yang berfokus pada penyelidikan guru Bahasa Inggris sekolah dasar tentang peran pemaparan, motivasi, dan praktik di kelas EFL. Ini adalah studi menyeluruh karena mendekati peserta dan latar belakang di mana mereka mengajar. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah swasta favorit yang berakreditasi A di Malang, Jawa Timur. Meskipun Bahasa inggris tidak disebutkan secara eksplisit dalam kurikulum, sekolah ini mulai menawarkan mata pelajaran tersebut dan mempekerjakan dua guru lulusan jurusan Bahasa inggris untuk mengajar mata pelajaran tersebut.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi kelas. Dalam menggunakan Bahasa inggris, latihan sangat penting untuk belajar Bahasa inggris. Intinya adalah guru harus memberikan kesempatan pada siswa untuk mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari dalam pembelajaran Bahasa inggris. Guru dituntut untuk fleksibel dan menguasi berbagai hal. Tugas guru begitu banyak, seperti mengelola kelas juga menjadi guru pelajaran khususseperti Bahasa inggris menyebabkan ketidakfokusan.
Peran guru bukan hanya semata-mata untuk mentransfer ilmu mata pelajarannya kepada siswanya. Tetapi, guru juga berperan sebagai teladan, pembimbing, fasilitator, pembisik, dan mediator di dalam kelas.
Pengajaran Bahasa Inggris kepada pelajar muda pendidikan Guru pendidik guru pembicaraan guru yang kreatif bacaan anak-anak masukan yang berkualitas Janice Bland Dr phil. , University of Jena adalah Profesor Pendidikan Bahasa Inggris di Nord University, Norwegia. Janice berfokus dalam pengajaran dan penelitiannya pada proses kreatif dalam pengajaran dan pembelajaran bahasa dan sastra Inggris di sekolah dasar dan menengah.
Saya membahas dalam artikel ini tantangan pengajaran bahasa Inggris kepada pelajar muda Teaching English to Young Learners TEYL, dan implikasinya terhadap pendidikan guru. Dalam konteks ini akan diuraikan bagaimana sastra anak relevan dan sangat direkomendasikan misalnya, Bland, 2018 G. Ellis, 2018 Mouro, 2016 dan Narani Kova, 2016. Meskipun demikian, tampaknya terdapat kesulitan dan hambatan dalam memasukkan sastra anak ke dalam pendidikan guru. Dalam tulisan ini, pendidikan guru mengacu pada persiapan guru pra-jabatan berbasis universitas, dan pelatihan guru mengacu pada, misalnya, pendampingan siswa guru dalam praktikum di sekolah. Berbagai kebijakan di seluruh dunia telah dikembangkan dengan tujuan membangun sumber daya linguistik anak-anak sekolah dasar Enever, 2018. Namun seperti yang dikemukakan oleh Emery 2012, Rich 2018 dan Rixon 2017, kebijakan TEYL sering kali bersifat sederhana dan mengabaikan sifat kompleks dalam pengajaran bahasa Inggris kepada anak-anak. Saya mengemukakan temuan-temuan dari penelitian linguistik terapan dan pedagogi mata pelajaran yang menyatakan bahwa pembuat kebijakan harus lebih memperhatikan posisi penting guru dalam pembelajaran bahasa awal, dan relevansi masukan yang berkualitas, dan memperhatikan beban yang ditanggung guru dan anak-anak.
Apakah Buku Pelajaran Bahasa Inggris untuk Pelajar Dasar di Indonesia Mendorong Kesetaraan Gender ?
Pendidikan adalah bidang penting dalam mempromosikan kesetaraan gender kepada generasi muda negara ini. Kurikulum yang mengedepankan kesetaraan gender dapat direpresentasikan dalam buku teks sebagai sumber bahan ajar yang umum digunakan di Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis wacana kritis yang mengkaji representasi gender dalam buku teks bahasa Inggris untuk kelas tiga sekolah dasar untuk mengetahui apakah buku teks tersebut mempromosikan kesetaraan gender atau tidak. Data dikumpulkan dari buku berbahasa Inggris “Grow With English” 3 terbitan Erlangga Publisher. Data yang berupa gambar, kata, frasa, dan kalimat kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan kerangka tiga dimensi Fairclough dan Linguistik Fungsional Sistemik Halliday.
Temuannya mengungkapkan bahwa: buku teks yang diteliti mewakili gender secara setara dalam hal kuantitas perempuan dan laki- laki digambarkan secara setara dalam representasi gambar dan nama karakter. Dalam kaitannya dengan peran sosial jabatan pekerjaan, laki- laki dan perempuan juga digambarkan menduduki berbagai pekerjaan profesional seperti dokter, pemadam kebakaran, polisi, dan sebagainya. Namun penggambaran laki- laki dan perempuan dalam peran dan aktivitas domestik masih bersifat stereotip, yaitu perempuan digambarkan lebih banyak melakukan aktivitas domestik dan kurang aktif, sedangkan laki- laki digambarkan lebih aktif beraktivitas di luar ruangan. Hasil ini mungkin mempunyai implikasi bahwa guru bahasa Inggris untuk pelajar muda dapat berimprovisasi dengan memberikan lebih banyak pemahaman tentang kesetaraan gender saat menggunakan buku teks.
Buku teks bahasa Inggris sebagai sumber utama di kelas harus mem-promosikan kesetaraan gender terutama untuk pelajar muda karena usia muda adalah usia kritis untuk membentuk perspektif, ide, kepercayaan, ideologi anak-anak, dan sebagainya. Tampaknya buku teks yang diperiksa mewakili gender secara merata dalam hal kuantitas dan peran sosial dari posisi pekerjaan. Namun, penggambaran laki-laki dan perempuan dalam peran dan kegiatan rumah tangga masih stereotip. Penggambaran ini entah bagaimana menunjukkan realitas masyarakat Indonesia. Hasil ini mungkin memiliki implikasi bahwa guru bahasa Inggris untuk pelajar muda diharapkan untuk berimprovisasi dengan memberikan lebih banyak pemahaman tentang kesetaraan gender saat menggunakan buku teks. Untuk penelitian lebih lanjut, direkomendasikan bahwa merancang bahan ajar yang mempromosikan kesetaraan gender dapat dilakukan. Desainer dan penerbit buku teks juga diharapkan lebih memperhatikan isu-isu kesetaraan gender ketika merancang dan menerbitkan buku teks.
Komentar
Posting Komentar